Sabtu, 09 Mei 2009

Andi Deris (HELLOWEEN) : Biografi
















Andi Deris (Vocals sejak1994 – Sekarang)

Nama: Andreas Deris
Tanggal Lahir: 18 Agustus 1964
Tempat: Karlsruhe, Germany
Tinggi Badan: 178 cm
Berat Badan: 68 kg
Warna Mata: Biru
Warna Rambut: Coklat
Status: Married
Pengaruh Musik: Sweet, Kiss, Deep Purple, Aerosmith
Album Favorit: Rainbow-Long Live Rock & Roll, Kiss-Double Platinum, The Cult-Sonic Temple,Aerosmith-Nine Lives
Musisi Favorit: Paul Stanley-Kiss
Gitaris Favorit: Brian May-Queen
Pemain Bass Favorit: Marcus Grosskopf
Pemain Drumms Favorit: Uli Kusch
Penyanyi Favorit: Freddy Mercury

Andreas Deris lahir pada August 18th, 1964 di Karlsruhe, Germany. Waktu berumur 15 tahun, Andi mulai belajar bermain gitar sambil menyanyi. Band pertama nya bernama Paranoid dan 2 tahun kemudian ketika umur 17 tahun berubah nama menjadi Nameless bersama Ralph Maison sebagai drummernya yang juga bermain di solo album Andi Deris “Come In From The Rain” dan “Done By Mirrors. Andi dan Ralph kemudian membentuk band Kymera.

Ketika Ralph keluar lalu Kosta Zafiriou bergabung Di akhir tahun 1987 Andi and Kosta membentuk band Pink Cream 69 dengan Andi Deris sebagai Vocals, Kosta Zafiriou pada drums, Alfred Koffler pada Guitars dan Dennis Ward di bagian bass. Kemudian PC69 ini menjadi terkenal dan memenangkan Metal Hammer’s “Best New Band” award di Rockfabrik – Germany. PC69 lalu menandatangani kontrak pertama mereka dengan CBS/Sony Music.

Di tahun 1989 Andi Deris and Pink Cream 69 merilis album pertama mereka yg bertitel “Pink Cream 69”. Mereka lalu melakukan tour pertamanya sebagai band pembuka untuk White Lion di Europe dan bermain di Amerika untuk pertama kalinya pada tahun 1990.

Di tahun 1991 Pink Cream 69 merilis album keduanya yang bertitel “One Size Fits All”. Album ini mendapat respon yang bagus di Negara-negara Eropa dan menjadikan PC69 sebagai salah satu band Hard Rock yang besar di Eropa. PC69 juga konser di Jepang sebagai bagian dari album live video mereka yang “Size it Up! Live in Japan!”.

Tahun1993 PC69 merilis album “Games People Play” yang menjadi album terakhir Andi Deris bersama Pink Cream 69.
Kemudian Andi Deris bergabung dengan Helloween di akhir tahun 1993 atau awal 1994 untuk menggantikan Michael Kiske.
Kehadiran Andi Deris di Helloween membawa angin baru di band dan ketika Master of the Rings dirilis,hal ini membawa Helloween kembali ke chart atas band power metal di dunia. Andi Deris telah merilis banyak album bersama Helloween diantaranya: “The Time of The Oath”, “High Live“, “Better Than Raw”, “Metal Jukebox”, “The Dark Ride”, “Rabbit Don’t Come Easy”, “Keeper of The Seven Keys – The Legacy”, and most recently a live CD entitled “Live in Sao Paulo”, DVD bertitel “Live on 3 Continents” dan album terbaru di tahun 2007 “Gambling With The Devil”.

Di karir solonya Andi Deris telah merilis dua album“Come in From The Rain” tahun 1997 dan “Done By Mirrors” tahun 2000.

Discography Andi Deris:
Pink Cream 69 – Pink Cream 69 (1989)
Pink Cream 69 – One Size Fits All (1991)
Pink Cream 69 – Games People Play (1993)
Helloween – Master of the Rings (1994)
Helloween – Perfect Gentleman (1994)
Helloween – Where the Rain Grows (1994)
Helloween – The Time of the Oath (1996)
Helloween – High Live (1996)
Helloween – High Live (video) (1996)
Helloween – Power (1996)
Helloween – Forever & One (Neverland) (Japanese) (1996)
Deris, Andi – Come in from the Rain (1997)
Deris, Andi – 1000 Years / Good Bye Jenny (1997)
Helloween – Better Than Raw (1998)
Deris, Andi – Done by Mirrors (1999)
Catch the Rainbow – A Tribute to Rainbow (1999)
Helloween – Lay All Your Love on Me (1999)
Helloween – Metal Jukebox (1999)
Ayreon – Flight of the Migrator (2000)
Helloween – The Dark Ride (2000)
Helloween – Rabbit Don’t Come Easy (2003)
Rage – Soundchaser (2003)
Shaman – RituaLive (2004)
Shaman – RituaLive (DVD) (2004)
Helloween – Mrs. God (2005)
Helloween – Mrs. God (digi) (2005)
Helloween – Keeper of the Seven Keys – The Legacy (2005)
Helloween – Light the Universe (2006)
Helloween – Keeper of the Seven Keys – The Legacy World Tour 2005/2006 – Live in Sao Paulo (2007)
Various Artists – Nuclear Blast Allstars – Into the Light (2007)
Helloween – Gambling with the Devil (2007)


Baca Selengkapnya...

Markus Grosskopf (HELLOWEEN) : Biografi




















Markus Grosskopf (Bass , 1984 – Sekarang)

Tanggal Lahir : September 21, 1965
Tempat Lahir : Hamburg
Tinggi Badan : 192cm
Berat Badan : 85kg
Status : Menikah
Hal paling ditakuti : Sesuatu yang akan menghentikan hidup dalam bermusik dan sebagai seorang musisi.
Orang yang paling dihormati : Model muda cantik.
Filsafat Hidup : “Do unto others as you would have them do to you”.
Pengaruh musik :Deep Purple, Rainbow, Thin Lizzy, Kiss, UFO

Markus lahir di Hamburg, Jerman pada tanggal 21 September 1965. Saat berumur 15 tahun dia menghabiskan waktu selama beberapa minggu di sebuah tempat berlibur; di sana dia bertemu 2 orang rekannya yang bermain gitar dan drum di sebuah kelompok musik punk rock. Tidak lama kemudian mereka menjadi teman akrab yang selalu bersama. Karena band mereka memerlukan seorang pemain bass, Markus kemudian ditawari untuk mengisi posisi tersebut. Markus muda tidak ragu dan setuju: “Aku bisa bermain bass untuk tetap hidup, kawan”. Di sini lah Markus bermain bass untuk band pertamanya.

Mereka membawa peralatan (yang saat itu belum terlalu banyak) ke tempat berlibur tersebut dan mulai beraksi. Mereka membawakan lagu-lagu The Sex Pistols, The Ramones, Sid Vicious, XTC, The Sranglers dan sebagainya. Beberapa waktu kemudian ketika kemampuan bermusik mereka semakin bagus, mereka ditawari pentas untuk pertama kalinya di termpat itu. Namun setelah 2 tahun terus berlatih dan tidak ada tawaran untuk pentas lagi, Markus memutuskan keluar dari band untuk mencari pengalaman sendiri.

Hingga saat itu ia mulai berminat terhadap band-band rock n roll seperti AC/DC, Kiss, Ted Nugent, dan Iron Maiden. Tujuannya sekarang adalah menemukan sebuah band yang memainkan irama hard rock atau metal dengan kemungkinan dan kemampuan untuk dapat lebih sering tampil di depan umum. Markus bertemu dengan seseorang yang mengenal Kai Hansen, yang sedang mencari seorang pemain bass untuk band-nya “Second Hell”. Tidak lama kemudian Markus diundang untuk audisi dan ia diterima! Anggota Second Hell yang lain adalah Piet Sielck dan Ingo Schwichtenberg.

Dengan line-up ini mereka tampil di beberapa klub di Hamburg. Beberapa waktu kemudian Piet Sielck memutuskan keluar; setelah beberapa kali ganti nama, mereka akhirnya bubar. Lagi-lagi saatnya Markus untuk berkemas dan mencari band lain untuk mengejar karirnya.

Setelah lulus sekolah, Markus bekerja magang pada sebuah perusahaan daging. Hal tersebut merupakan alasan yang bagus untuk segera menemukan sebuah band yang menjanjikan. Ketika bergabung dengan band Blast Furnace, Markus bertemu seorang gitaris handal “Michael Weikath”, yang bergabung dengan Kai Hansen membentuk line-up baru bersama-sama dengan beberapa mantan personil band Michael sebelumnya “Powerfool”. Namun tak lama kemudian mereka memanggil Ingo dan Markus untuk mengganti bagian rhythm.

Terbentuklah formasi lengkap Helloween yang pertama!

Sepertinya tim ini kuat karena dapat bertahan lebih lama daripada sekedar beberapa minggu saja. Selain memiliki dua pemain gitar yang sekaligus penulis lagu yang kreatif, band ini juga memiliki bagian rhythm yang dahsyat.

Mulai saat itu kesempatan terbuka untuk Helloween. Hasil rekaman studio pertama mereka dirilis oleh Noise Records dalam kompilasi legendaris “Death Metal Sampler” (1983), disusul dengan mini album (EP) yang jauh lebih legendaris lagi, berjudul “Helloween” (terdiri dari 5 lagu), dan tentu saja “Walls of Jericho” (LP).

Dua karya besar berikutnya adalah “Keeper of the Seven Keys Part.1 dan Part.2″ dengan penyanyi bersuara tinggi Michael Kiske. Band ini melahirkan warna baru dalam kancah musik heavy metal. Band ini terus menaiki tangga lagu hingga meraih penghargaan emas di Jerman dan Asia.

Sejak itulah Markus merekam permainan bassnya untuk seluruh album dan menjalani tur keliling dunia bersama Helloween. Sudah hampir 25 tahun ini Markus bergabung dalam Helloween, menjadi salah satu personil utamanya.

Markus merekam album proyek solo pertamanya yang berjudul Shockmachine (1998). Ia juga bermain bass untuk aransemen baru “Salisbury” versi orkestra bersama Ken Hensleys dan John Lawtons (Uriah Heep), yang dipentaskan di “Hamburg Markthalle” dan dirilis dalam bentuk video pada tahun 2001.

Ia juga bermain bass untuk proyek album Tobias Sammet (vokalis edguy) yang berjudul “Avantasia: Metal Opera Part 1 & 2″. Kesibukan lain yang tengah ditekuninya kini di samping Helloween adalah band “Kickhunter”; ia bermain bass dan menjadi produser album pertamanya yang berjudul “Hearts and Bones” (2002).
Project terbaru markus bernama BassInvaders yang baru akan dirilis bulan Januari 2008 nanti.Disitu BassInvaders juga memainkan lagu “Eagle Fly Free”.

Discography Markus Grosskopf:

Helloween – Helloween (1985)
Helloween – Walls of Jericho (1985)
Helloween – Judas (1986)
Helloween – Future World (1987)
Helloween – Keeper of the Seven Keys part I (1987)
Helloween – Keeper of the Seven Keys part II (1988)
Helloween – Dr. Stein (1988)
Helloween – Live in the UK (1989)
Helloween – The Best, the Rest, the Rare (1991)
Helloween – Pink Bubbles Go Ape (1991)
Helloween – Kids of the Century (1991)
Doc Eisenhauer – Alles im Lack (1992)
Helloween – Number One (1992)
Helloween – Chameleon (1993)
Helloween – Step Out of Hell (1993)
Helloween – Master of the Rings (1994)
Helloween – Perfect Gentleman (1994)
Helloween – Where the Rain Grows (1994)
Doernberg, Ferdy – Just a Piano And a Handful of Dreams (1995)
Helloween – Power (1996)
Helloween – The Time of the Oath (1996)
Helloween – High Live (1996)
Helloween – High Live (video) (1996)
Helloween – Forever & One (Neverland) (Japanese) (1996)
Grapow, Roland – The Four Seasons of Life (1997)
Grapow, Roland – I Remember (1997)
Helloween – Better Than Raw (1998)
Shockmachine – Shockmachine (1999)
Catch the Rainbow – A Tribute to Rainbow (1999)
Helloween – Lay All Your Love on Me (1999)
Helloween – Metal Jukebox (1999)
Helloween – The Dark Ride (2000)
Avantasia – Avantasia (2000)
Avantasia – The Metal Opera (2001)
Avantasia – The Metal Opera pt. 2 (2002)
Stormwarrior – StormWarrior (2002)
Kickhunter – Hearts & Bones (2003)
Helloween – Rabbit Don’t Come Easy (2003)
Weinhold – From Heaven Through The World to Hell (2004)
Helloween – Mrs. God (2005)
Helloween – Mrs. God (digi) (2005)
Helloween – Keeper of the Seven Keys – The Legacy (2005)
Weinhold – Below the line (2006)
Helloween – Light the Universe (2006)
Helloween – Keeper of the Seven Keys – The Legacy World Tour 2005/2006 – Live in Sao Paulo (2007)
Helloween – Gambling with the Devil (2007)
Bassinvaders – Hellbassbeaters (2008)

Baca Selengkapnya...

Jordan Rudess : Biografi

Jordan Rudess (lahir dengan nama Jordan Rudes pada 4 November 1956) adalah pemain keyboard band progresif rock Dream Theater.Dia masuk Dream Theater menggantikan Derek Sherinian.Hal ini dimulai saat Mike Portnoy memutuskan untuk membentuk supergroup dengan Magna Carta Records.Rudess terpilih untuk mengisi bagian keyboardist dalam band yang terdiri dari Tony Levin, Mike Portnoy, dan John Petrucci ini.Selama rekaman 2 album Liquid Tension Experiment ini meyakinkan Portnoy dan Petrucci bahwa Rudess adalah keyboardist yang cocok untuk Dream Theater.Dan akhirnya mereka memutuskan mengajak Rudess untuk menggantikan Derek Sherinian yang telah bersolo karir.

Baca Selengkapnya...

Mike Portnoy : Biografi


Michael Stephen Portnoy lahir di Long Beach, New York, di Long Island. Portnoy memulai karir di local bands intruder, Rising Power, dan Inner Sanctum.Dia meniggalkan Inner Sanctum setelah mendapat penghargaan beasiswa dari Berklee College of Music.Selama kuliah di Berklee College of Music ini,Portnoy bertemu dengan Petrucci dan Myung.Portnoy bersama Petrucci dan Myung membentuk band bernama Majesty dan akan menjadi Dream Theater. Portnoy adalah drummer Amerika pertama yang tercatat sebagai drummer sekaligus backing vocals band progressive metal Dream Theater.Dia memenangkan 23 awards dari Modern Drummer magazine.

Baca Selengkapnya...

Jumat, 08 Mei 2009

James Labrie : Biografi

James Labrie merupakan Vokalis Dream Theater yang masuk dan bergabung dengan Dream Theater pada tahun 1992, menggantikan Charlie Dominici.

Biografi
Kevin James LaBrie lahir di Penetanguishene, Sebuah kota kecil di Kanada pada tanggal 5 Mei 1963. sejak kecil, James saat berumur 3 tahun, dia sering mendengarkan radio dan menyayikan lagu apapun yang terdengar dari radio tersebut. Diinspirasikan oleh ayahnya, dia kemudian mulai bernyanyi dan bermain drum pada awalnya saat berusia 5 tahun. dan pada saat berusia 10 tahun, dia berkuartet dengan ayahnnya dan paman juga adiknya bernyanyi di barber shop. sebelum muda, dia sudah menyukai musik rock. Saat berusia 14 tahun, dia telah bermain di berbagai band sebagai vokal dan drum. Tetapi, James lebih memilih bernyanyi ketimbang bermain drum. saat dia berusia 18

tahun, dia memutuskan pindah ke Kanada.

Saat berusia 21 tahun, James berlatih vokal pada Rosemary Patricia Burns. Setelah banyak bergabung dengan beberapa band di Kanada. James kemudian menjadi vokalis pada band Winter's Rose, dimana juga bergabung dengan Atlantic Records, Label Dream Theater saat itu. lalu Pierre Paradis yang mengatur band Voi Vod, menawarkan solo project pada James di Aquarius record. kemudian dia memberitahu James bahwa ada nama band New York bernama Dream Theater melakukan audisi untuk mencari vokalis, kemudian James mengikutinnya dan diterima, itulah sejarah LaBrie bergabung dengan Dream Theater pada 1992, dimana album pertama LaBrie bersama Dream theater ialah Images and Words.

Sampai saat ini, Labrie telah banyak menciptakan lagu untuk Dream Theater seperti Anna Lee(Falling Into Infinity), Vacant(Train Of Thought), Blind Faith(six degree of Inner Turbulance), Sacrified Son(Octavarium).

Dan dia tetap tinggal di Toronto,Kanada bersama istrinya Karen, dan kedua anaknya Chloe dan Chance Abraham LaBrie

Baca Selengkapnya...

Jhon Paul Ivan : Biografi

Nama Asli: Johannes Paul Ivan
Tempat/Tgl Lahir: Surabaya, 3 Januari 1971
Website Resmi : www.jpixxx.com Gaya Permainan: Rock
Group Band Sebelumnya: Big Panzer, Lost Angels, Boomerang
Pengaruh musikal: Jimmy Page, Jimi Hendrix, Joe Satriani, Kiss
Gitar Yang Digunakan: Gibson Les Paul

Sejak SMP Ivan sudah bisa bermain gitar. Ia sering melihat permainan gitar Lucky (nantinya gitaris Power Metal). Gitar pertamanya adalah merk Yamaha yang dibeli dengan harga Rp. 100.000 dimasa itu. Semenjak saat itu ia terus bermain gitar dan berniat untuk menjadi seorang gitaris rock.

Ivan pun membentuk band bersama Henry yang bernama Radd. Kemudian Ivan sempat bergabung dengan beberapa band Surabaya seperti Buldozer. Kemudian bersama Big Panzer sempat merilis 2 single dalam album INDONESIAN ROCK & METAL produksi Harpa Records tahun 1990.
Pada tahun 1991, Ivan kembali lagi bertemu dengan Henry di group LOST ANGELS yang merupakan cikal bakal BOOMERANG. Demi memperoleh kontrak rekaman, ia bersama bandnya mengikuti Festival Rock Log Zhelebour pada tahun 1993. Penampilan ia dan rekan-rekan berhasil memancing perhatian sang produser Log Zhelebour pemilik label Loggis Records. Akhirnya Boomerang mendapatkan kontrak.

Bersama Boomerang telah merilis album-album berikut : Boomerang (1994), Kontaminasi Otak 1995, Disharmoni (1996), Segi Tiga (1998), Hard and Heavy (1999), X'travaganza (2000), Terapi Visi dan album baru di tahun 2005 Urbanoustic. Kini ia telah menjadi salah satu gitaris rock yang terpandang di Indonesia. Ciri khasnya adalah rambut kriting, gondrong, liar dipanggung, dan menenteng Gibson Les Paul. Menurutnya dalam bermain gitar ia selalu mencoba memahami bagaimana cara Jimi Hendrix bermain gitar yang menurutnya merupakan satu dari sedikit gitaris yang bisa bermain di luar kepala. Meski terkadang ia tidak sadar bahwa permainannya di lagu-lagu tertentu terinvasi pengaruh dari gitaris-gitaris idolanya. Hal itu diakui oleh Ivan sendiri.

Selain aktif bersama Boomerang, ia juga ikut membantu pembuatan album band-band lain seperti Sngkenken (grup hard core dari Surabaya), dan Black Forest (band alternatif ska). Dalam memilih gitar, ia juga termasuk gitaris yang maniak menggunakan Gibson Les Paul. Namun ia juga pernah dikontrak oleh Fender sebagai artis yang tampil dalam acara perayaan 50 tahun Fender Stratocaster di beberapa kota besar di Indonesia bersama gitaris-gitaris lainnya seperti Tjahyo Wisanggeni, Andry Franzy, Rama Satria, dll. Di acara itu ia menggunakan sebuah gitar Fender. Ia juga tampil dengan penampilan baru rambut re-bondingnya yang menurutnya membuat ia makin muda kembali.

Namun selain itu ia juga tampil cukup lain dalam album terbaru Boomerang. Ia yang dulu menginginkan musik Boomerang lebih keras lagi, kini malah menampilkan lagu-lagu yang lebih ballad dari sebelumnya. Mungkin hal itulah yang menjadi salah satu penyebab ia untuk memutuskan hengkang dari Boomerang.
Editor: Diaz (neoclassicer@yahoo.com)
Ayah satu anak ini mulai belajar gitar sejak umur 15 tahun kala duduk di kelas III SMP di sekolah musik JVC Surabaya. Awalnya, yang dipelajari adalah gitar klasik. Setengah tahun kemudian, ia memutuskan untuk memperdalam gitar elektrik. ''Band yang saya sukai pertama kali adalah Kiss. Saya mengenalnya dari Lucky, gitaris Power Metal yang kebetulan teman satu kelas,'' kata musisi yang menyukai musik Rock & Blues.

Proses belajar itu terus dikembangkan di SMA dengan cara mengambil pelajaran ekstra kurikuler musik. Di bangku kelas III --bersama teman-teman sekolahnya-- ia membentuk grup band bernama RADD yang kerap membawakan lagu-lagu Kiss. Lulus sekolah, Ivan menjatuhkan pilihan pada musik sebagai jalan hidupnya dengan membentuk Lost Angel, cikal bakal Boomerang.

Ivan terbilang gitaris yang suka sekali berimprovisasi. Kala masih sering membawakan lagu-lagu grup lain, misalnya, ia sama sekali tidak mau mencontek begitu saja. Tetapi terlebih dahulu ia akan mengolahnya menjadi bentuk yang lain. Ia mengaku, dengan cara ini merasa enak karena bisa memainkannya dengan hati sendiri. Keuntungan lain, ia dengan cepat mampu mengembangkan tekniknya sendiri.

Jimi Hendrix adalah musisi yang sangat mempengaruhi permainan laki-laki yang mempunyai hobi travelling ini. ''Saya suka lagu Purple Haze,'' ujar Ivan. Tetapi kala memainkan lagu ini atau lagu-lagu Jimi Hendrix lainnya, Ivan tidak pernah meniru persis teknik permainan Jimi. Tetapi, "Semangatnya yang aku ambil."

Selain Jimi Hendrix, Ivan menyebut nama Joe Satriani. Sebagai pengagum, ia sangat menyukai lagu-lagu Joe Satriani. Tetapi, jarang sekali memainkan lagu-lagu Joe. ''Aku terpengaruh oleh nuansa lagunya,'' ungkap suami Maurren ini. Jangan heran jika nuansa musik Joe --tanpa disadari-- hampir selalu muncul dalam lagu-lagu Boomerang, seperti lagu Debu Sahabatku pada album X'Travaganza. ''Ya, muncul dengan sendiri saat membikin lagu,'' ujar Ivan berkilah.

Kehadirannya di Boomerang memang vital. Selain permainan musiknya yang cukup berpengaruh, gaya manejemennya cukup membantu band secara keseluruhan.


Gear:
JPI GUITARS
The Gibson Guy



1. Gibson Les Paul Classic 1960, cherry sunburst, with Seymour Duncan '59 (bridge) & Gibson Classic '57 (neck) pick ups

2. Gibson Les Paul Jimmy Page, honeyburst, with Seymour Duncan pick ups : SH-4 JB model (bridge) & SH-2 Jazz model (neck).



3. Gibson EDS-1275 double neck (12 & 6 strings), candy red, with Gibson standard stock pick ups (album TERAPI VISI & URBANOUSTIC)
4. Gibson Flying V Jimi Hendrix, ebony black, with Gibson standard stock pick ups.
5. Gibson SG '61 reissue, cherry, with Gibson Classic '57 pick ups (album SEGITIGA & XTRAVAGANZA)
6. Gibson Les Paul Standard plus, ebony (album URBANOUSTIC)
7. Gibson Les Paul Reissue Gold Top '56 (album TERAPI VISI, single NEISKA EROTIKA)
8. Gibson Les Paul Reissue Custom Black Beauty '57, Tripple pick ups
9. Gibson Les Paul Reissue Flame Top '59 (album TERAPI VISI, single ZAKIA & NEISKA EROTIKA)
10. Gibson Les Paul Standard, Tobacco Sunburst (album BOOMERANG)
11. Fender Mustang (album DISHARMONI)
12. Fender Telecaster (album URBANOUSTIC)
13. Ibanez JS-1 (album BOOMERANG)
14. Jerry Jones Electric Sitar (album URBANOUSTIC, single ZAKIA)
15. Danelectro Electric Guitar (given to Hard Rock Cafe Jakarta on January, 7th 2005)
16. Carvin SC-JPI signature, made by Carvin Custom Shop USA in 1997 (album SEGITIGA)
17. Ovation 1994 limited edition acoustic guitar (album XTRAVAGANZA, single JUST PLAY IT)
18. Gibson J-55 limited edition acoustic guitar, tobacco sunburst. (album URBANOUSTIC, single NEISKA EROTIKA)
19. Gibson Chet Atkins Nylon Strings Acoustic (album URBANOUSTIC)
20. Gibson Les Paul Custom Hollow Body (album URBANOUSTIC)

JPI Amps & FX
The Magic Sound

1. Marshall 9000 series, all tubes pre & power amp + 4X12" cabinet, celestion speakers (used for live in 1993-1995, for record albums: BOOMERANG & KO, single KEHADIRAN)

2. Marshall JCM 900 SLX. 100w tubes head + 4X12" cabinet, vintage 30 celestion speakers (used for live in 1996-1998, for record albums: DISHARMONI & SEGITIGA)

3. Red Bear MK-120, 120w tubes head + 4X12" cabinet, celestion speakers (used for live in 1999-2001, for record album: X'TRAVAGANZA)

4. Carvin MTS, 100w tubes head + 4X12' cabinet, celestion blue speakers (used for live in 1998-2000, for record albums: SEGITIGA & X"TRAVAGANZA)

5. Carvin Legacy, 100w tubes head + 4X12" cabinet, celestion blue speakers (used for live in 2000-2003, for record albums: X"TRAVAGANZA & TERAPI VISI, single ZAKIA)

6. Peavey 5150, 120w tubes head + 4X12" cabinet, celestion speakers (used for record albums: DISHARMONI 1996 & URBANOUSTIC 2004)

7. Marshall JCM 900 head + 4x12" cabinet (Used for record album U9 - Complex 2006). Marshall JCM 2000 head + cabinet (Used for live performances with U9, and until now)

1. Visual Sound jeckyl & hyde, overdrive & distorsion (used for song NEISKA EROTIKA)
2. Visual Sound H2O, chorus & delay (used on album Urbanoustic)
3. Morley Bad Horsie, wah (used on albums Terapi Visi, and live performances 2000-2006)
4. Morley Little Alligator, volume (used for live performances 2000-2005)
5. Rocktron Banshee, talk box (used on albums Xtravaganza & Terpi Visi, and live performances 2000-2005)
6. TC Electronic G Major, effects processor (use for live performances since 2001)
7. VOX wah V-847 (use for studio & live performances since 1995)
8. Sans Amps Tech 21 GT-2, amp simulator (used for practice & jam along in my room since 1995)
9. MOOG Etherwave (used for song KOMA-Urbanoustic, play live performances with local Dj)
10. E-bow (used for song GENERASI BARU-Urbanoustic, DENGAN SEPENUH CINTA-U9 Complex)
11. BOSS SD-1 Super Overdrive, modified by Yongky (Used for live performances with U9)

http://www.jpixxx.com

Baca Selengkapnya...