Sabtu, 02 Mei 2009

Dead Squad - Horror Vision (Full Album 2009)


















Album yang terdiri dari tujuh lagu menyajikan kemahiran kombina si permainan gitar antara Stevie Item (Andra & The Backbone) dengan Coki Bollemeyer (Netral). Distorsi tertata apik dalam balutan agresifitas ditambah pukulan drum membabi buta dari Andyan Gorust (ex-Siksa Kubur). Belum usai, Bonsquad (ex-Tengkorak) turut melengkapi ritme bernuansa penuh amarah, disambung growling dan screaming Daniel (Abolish Conceptional) lugas menyampaikan beberapa tema suramnya kehidupan.

Album Horror Vision merupakan satu pencapaian Dead Squad terhadap intuisi musik metal yang telah dimulainya dalam kancah gigs lokal Agustus 2006. Bermodalkan pemain bertalenta, saat itu Dead Squad hanya menelurkan satu dua single dalam jumlah terbatas.

Bersama 'Manufaktur Replika Baptis' metalhead maniak diajak menyelami downstroke dengan gedoran drum yang hyperblasting-grinding. Dead Squad mengklaim single ini dianggap mewakili karakter album bertegangan tinggi.

Sebagai sebuah band metal, Dead Squad juga sempat mengalami beberapa kali pergantian personil. The founder, gitaris Ricky siahaan mengundurkan diri lantaran kesibukan kantornya yang menyita waktu. Posisinya digantikan Prisa (ex-Zala). Namun dipertengahan jalan, Prisa resmi cabut dari Dead Squad. Keadaan pincang tidak berlangsung lama. Oktober 2008 Dead Squad menemukan Christopher Bollemeyer (Coki Netral) sosok yang pas untuk berduet bersama Stevie di sektor gitar.

Influence band-band luar negeri diakui sangat memberi warna tersendiri dalam permainan bermusik. Necrophagist, Visceral Bleeding, Spawn of Possesion, Disavowed, Decrepit Birth, sampai dengan Nile turut serta dalam perkembangan musik Dead Squad.

So, tuntaskan rasa penasaran anda, dapatkan segera albumnya, dengarkan seksama, luaskan pandangan, bebaskan pikiran. Horror Vision pasukan Death Metal all stars asal Jakarta ini merubah cara pandang terhadap metal!01. Dead Squad - Dimensi Keterasingan
02. Dead Squad - Dominasi Belati
03. Dead Squad - Hiperbola Dogma Monoteis
04. Dead Squad - Horror Vision
05. Dead Squad - Manufaktur Replika Baptis
06. Dead Squad - Pasukan Mati
07. Dead Squad - Sermon of Deception

Download...

Baca Selengkapnya...

Ungu - Penguasa Hati (Full Album 2009)


















Terobasan baru ada dialbum kelima Ungu Penguasa Hati. Hits Hampa Hatiku, menjadi satu buktinya. Namun, Ungu tetaplah Ungu yang kesohor dengan tembang cintanya. Itu terdengar pada 9 lagu lain. Mulai Akulah Cintamu sampai Penguasa Hati.

Ungu ingin menonjolkan lagu Hampa Hatiku dulu, agar penggemar mendengar sesuatu yang baru. Hampa Hatiku mencoba mengutarakan keberagaman musik. Ada pop, rap, reggae, bahkan dangdut dalam kemasan rock.

Pilihan Ungu tersebut, tak lain demi memperluas penggemar musik Ungu. Ungu melalui Hampa Hatiku. Kan, dilagu ini Ungu melibatkan penyanyi dangdut, Iis Dahlia dan rapper, Mungkee dari 7 Kurcaci

Usai Hampa Hatiku, Ungu yang berbendara Trinity Optima Production ini mengusung Badai Kini Berlalu yang dibawakan gitaris Ungu, Enda . Lagu ini akan menjadi terobosan baru Ungu dialbum baru. Selain itu ada dua lagu yang tak biasa. Indonesiaku dan Yang Pertama. Indonesiaku bertema adventure dan Yang Pertama bicara tentang mimpi sama Pasha dan Enda. Terobosan baru lainnya, Ungu rencananya akan merekam salah satu lagu dalam album ini dalam 4 bahasa daerah. Jawa, Sunda, Batak dan Manado.

Namun begitu, Ungu tetaplah Ungu. Tembang cinta nan indah yang sudah menjadi ciri khas Ungu pun tetap disajikan dalam balutan aransemen musik yang easy listening, catchy song dalam refrain-refrain ngehock. Mulai dari Akulah Cintamu, Dilema Cinta, Kuingin Selamanya, Beri Aku Waktu, Kau Tahu, Luka Disini, Terang Dalam Gelapku dan Peguasa Hati

Download...

Baca Selengkapnya...

Flanella - Berjuta Rasa (Full Album 2009)
















Masih ingat dengan Flanella? band malang ini sebelumnya pernah mengeluarkan 2 album, yang pertama bertajuk Flanella dengan Single Bila Engkau, CAYT, Anjelie dan album kedua bertajuk Aku Bisa dengan judul single yang sama dengan album,di tahun 2009 ini Flanella kembali hadir dengan formasi Kidnep ( Vokal ) Ayik ( Gitar ) Dhans ( Bass ) Catur ( Drum ) dan Onky ( Keyboard ), band ayng awalnya dibentuk pada bulan oktober 2000 ini, untuk beberapa waktu sempat menghilang dari peredaran berita dunia musik dikarenakan proses perpindahan label dan tentunya mereka tengah menyiapkan diri untuk album terbaru yang prosesnya cukup memakan waktu, kini ditahun 2009 Flanella kembali hadir dan telah siap menampilkan karya mereka di industri musik indonesia di bawah bendera Trinity Optima Production, di penghujung maret 2009 ini, Flanella akan merilis album baru mereka yang ketiga,pilihan warna tetap sama,

yaitu pop album ketiga kali ini mengusung tema ” Berjuta Rasa” karena didalamnya tergabung beberapa lagu karya Flanella menyatukan keberagaman dengan cinta dalam album anyar ini akan berisi ”Selamat Tinggal Cinta Pertama”Bad Boy,Karena Aku”Jatuh Cita Padamu’Sah Dll,l agu lagu ini dijamin dapat menarik perhatian dengan lirik lirik & notasi yang catchy dan dinamis dengan karakter anak muda jaman sekarang. Masih setia dengan jalur pop,Flanella juga masih ingin memanjakan penggemarnya dengan tembang dengan nuansa cinta Single andalan yang diutus Flanella kali ini berjudul ”Selamat Tinggal Cinta Pertama” ciptaan Kidnep sang vokalis lagu yang easy listening ini diharapkan mampu membius pendengar kembali mengenang cinta pertama sekaligus mengiklaskannya menjadikannya sebagai kenangan terindah dalam hidup, seperti halnya yang dilakukan Kidnep sekarang, seperti dikatakan Kidnep karena cinta ini susah untuk dilupakan, tapi bagaimanapun kini itu hanya masa lalu dan semua tinggal kenangan,karenanya ketika rasa itu kembali hadir setelah bertemu denga cinta pertama, maka mau tidak mau semua tetap harus diakhiri, sekarang masing masing memiliki takdir di depanya, ada seorang yang lain, maka inilah saatnya semua rasa dan menyimpannya dalam kenangan, untuk kebaikan bersama.

Download...

Baca Selengkapnya...

Maia - Sang Juara (Full Album 2009)



















01. Pengkhianat Cinta!!! (Feat. Cinta Laura)
02. Serpihan Sesal
03. Yang Penting Happy (Feat. Pasto)
04. Ingat Kamu
05. Emang Gue Pikirin!!!
06. Sang Juara
07. Mengemis Cinta
08. Biasa Saja
09. Penantian Rahasia
10. Let's Get The Beat

Download...

Baca Selengkapnya...

Agnes Monica - Sacredly Agnezious (Full Album 2009)











Ibarat menu makanan, setelah menikmati Matahariku dan Godai Aku Lagi sebagai appetizer, maka NEZ (panggilan akrab Agnes Monica) siap menyajikan Hidangan Utamanya yaitu album Sacredly Agnezious, yang akan rilis akhir bulan ini didahului single barunya Teruskanlah ciptaan Pay & Dewiq yang di putar serentak di radio-radio Indonesia.

Album ini terdiri dari 10 lagu selain dirilis dalam album regular, juga akan ada album “Limited Edition” yaitu mungkin menjadi sesuatu yang baru untuk album artis Indonesia yang dilengkapi 3 lagu tambahan sebagai intro, interlude dan outro, yang kesemuanya diciptakan oleh NEZ sendiri.

Album yang terdiri dari beberapa genre musik mulai dari Dance, Hip Hop, R&B, Rock, Ballad sampai ke Blues, yang diaransemen oleh Pay, Erwin Gutawa, Yudis Dwikorana, Badai “Kerispatih” serta DJ Sumantri, semuanya dinyanyikan sangat baik dan hasilnya pasti akan keluar decak kagum dari orang yang mendengarnya.

Download...

Baca Selengkapnya...

Jumat, 01 Mei 2009

Dream Theater : History


Dream Theater dibentuk pada bulan September 1985, ketika gitaris John Petrucci dan bassis John Myung memutuskan untuk membentuk sebuah band untuk mengisi waktu luang mereka ketika bersekolah di Berklee College of Music di Boston. Mereka lalu bertemu seorang pemain drum, Mike Portnoy, di salah satu ruang latihan di Berklee, dan setelah dua hari negosiasi, mereka berhasil mengajak Mike Portnoy untuk bergabung. Setelah itu, mereka bertiga ingin mengisi dua tempat kosong di band tersebut, dan Petrucci bertanya kepada teman band, Kevin Moore, untuk menjadi pemain keyboard. Dia setuju, dan ketika Chris Collins diajak untuk menjadi vokalis, band tersebut sudah komplit.

Dengan lima anggota, mereka memutuskan untuk menamai band tersebut dengan nama Majesty. Menurut dokumentasi DVD Score, mereka berlima sedang mengantri tiket untuk konser Rush di Berklee Performance Center ketika mendengarkan Rush dengan boom box. Portnoy lalu berkata bahwa akhiran dari lagu tersebut (Bastille Day) terdengar sangat "majestic". Pada saat itulah mereka memutuskan Majesty adalah nama yang bagus untuk sebuah band, dan tetap bagus sampai sekarang.

Pada saat - saat tersebut, Portnoy, Petrucci dan Myung masih berkutat dengan kuliah mereka, juga dengan kerja paruh waktu dan mengajar. Jadwal mereka menjadi kiat ketat sehingga mereka harus memutuskan antara mengejar karir di bidang musik atau mengakhiri band Majesty. Namun akhirnya Majesty menang dan mereka bertiga keluar dari Berklee untuk berkonsentrasi di karir musik. Petrucci mengomentari tentang hal ini di dokumentasi DVD Score, berkata bahwa saat tersebut sangat susah untuk meminta kepada orang tuanya untuk pergi ke sekolah musik. Dan lebih susah lagi untuk menyakinkan orang tuanya agar ia boleh keluar dari sekolah.

Moore juga akhirnya keluar dari sekolahnya, SUNY Fredonia, untuk berkonsentrasi dengan band tersebut.Sedangkan nama Dream Theater dipakai oleh mereka sebagai nama yang beru ketika mereka sedang melakukan pertunjukan,terdapat nama band asal Las Vegas yang sama dengan nama band mereka yaitu majesty,dan band asal Las Vegas ini telah lebih dulu menggunakan nama Majesty dan telah dipatenkan dan kemudian atas saran dari ayah Mike Portnoy ayahnya mengusulkan menggunakan nama Dream Theater, nama ini diambil dari nama sebuah gedung pertunjukan Monterey, California, kemudian mereka menyetujui untuk mengganti nama dengan nama Dream Theater sampai sekarang ini.

Setalah mengganti nama band mereka,kemudian mereka juga mengganti logo band mereka yang sekarang dikenal sebagai majesty logo, majesty logo ini dibuat oleh Charlie domichi vokalis pertama meraka yang diambil dari simbol Mary Queen of Scots,dan di modifikasi oleh charlie sehingga terbentuklah majesty logo seperti sekarang ini,dan majesty logo ini pertama kali digunakan dalam album pertama mereka yaitu When Dream And Day Unite,dan majesty logo ini merupakan sebuah artwork pertama mereka dalam album tersebut,dan logo majesty ini pertama kali digunakan oleh Mike Portnoy dan Charlie Dominichi sebagai tato di lengan mereka.

Dream Theater adalah salah satu grup progressive metal paling terkemuka di dunia saat ini. Didirikan oleh Mike Portnoy, John Petrucci dan John Myung, mereka telah merilis delapan album studio, empat rekaman live dan satu album pendek (EP). Album pertama mereka, When Dream And Day Unite direkam dengan Charlie Dominici sebagai vokalis dan Kevin Moore sebagai pemain keyboards. Dominici berusia jauh lebih tua daripada anggota lainnya dan ingin memainkan musik yang lain, sehingga ia kemudian keluar dari grup. Mereka kemudian mencari pengganti yang ideal selama 2 tahun sampai akhirnya bertemu dengan James LaBrie, vokalis dari Kanada melalui audisi.

Bersama LaBrie mereka merekam Images And Words yang melambungkan nama mereka ke jajaran internasional dengan hit “Pull Me Under” dan “Another Day”. Awake adalah album terakhir mereka dengan Moore yang kemudian digantikan oleh Derek Sherinian untuk album Falling Into Infinity. Pada akhirnya Sherinian juga digantikan oleh Jordan Rudess dan formasi ini masih bertahan sampai hari ini. Mereka telah meluncurkan album konsep Metropolis 2: Scenes From A Memory dan album ganda Six Degrees Of Inner Turbulence. Pada tahun 2003 mereka memutuskan untuk merekam album non-konsep Train Of Thought yang sangat dipengaruhi oleh grup thrash metal seperti Metallica.

Album terbaru mereka yang berjudul Octavarium dikeluarkan pada tanggal 7 Juni 2005 dan selain merupakan album studio kedelapan juga mengandung delapan lagu.

Setelah Dream Theater meluncurkan album Live mereka dalam memperingati 20 tahun Dream Theater terbentuk yang berjudul Score yang direkam pada tanggal 1 April 2006 di Radio City Music Hall,US. Mereka kembali bersiap meluncurkan album ke sembilan mereka dengan membawa bendera label record baru yaitu RoadRunner Records, mereka telah merampungkan album Systematic Chaos yang berisi 8 lagu dan akan diluncurkan pada tanggal 5 Juni 2007 di US.

Dream Theater dibentuk pada bulan September 1985, ketika gitaris John Petrucci dan bassis John Myung memutuskan untuk membentuk sebuah band untuk mengisi waktu luang mereka ketika bersekolah di Berklee College of Music di Boston. Mereka lalu bertemu seorang pemain drum, Mike Portnoy, di salah satu ruang latihan di Berklee, dan setelah dua hari negosiasi, mereka berhasil mengajak Mike Portnoy untuk bergabung. Setelah itu, mereka bertiga ingin mengisi dua tempat kosong di band tersebut, dan Petrucci bertanya kepada teman band, Kevin Moore, untuk menjadi pemain keyboard. Dia setuju, dan ketika Chris Collins diajak untuk menjadi vokalis, band tersebut sudah komplit.

Dengan lima anggota, mereka memutuskan untuk menamai band tersebut dengan nama Majesty. Menurut dokumentasi DVD Score, mereka berlima sedang mengantri tiket untuk konser Rush di Berklee Performance Center ketika mendengarkan Rush dengan boom box. Portnoy lalu berkata bahwa akhiran dari lagu tersebut (Bastille Day) terdengar sangat “majestic”. Pada saat itulah mereka memutuskan Majesty adalah nama yang bagus untuk sebuah band, dan tetap bagus sampai sekarang.

Pada saat - saat tersebut, Portnoy, Petrucci dan Myung masih berkutat dengan kuliah mereka, juga dengan kerja paruh waktu dan mengajar. Jadwal mereka menjadi kiat ketat sehingga mereka harus memutuskan antara mengejar karir di bidang musik atau mengakhiri band Majesty. Namun akhirnya Majesty menang dan mereka bertiga keluar dari Berklee untuk berkonsentrasi di karir musik. Petrucci mengomentari tentang hal ini di dokumentasi DVD Score, berkata bahwa saat tersebut sangat susah untuk meminta kepada orang tuanya untuk pergi ke sekolah musik. Dan lebih susah lagi untuk menyakinkan orang tuanya agar ia boleh keluar dari sekolah.

Moore juga akhirnya keluar dari sekolahnya, SUNY Fredonia, untuk berkonsentrasi dengan band tersebut.

Karakteristik penulisan lagu

Beberapa teknik penulisan lagu yang unik telah dilakukan oleh Dream Theater, yang kebanyakan terjadi di masa - masa sekarang, ketika mereka bisa bereksperimen dengan label rekaman mereka sendiri.

Dimulai dengan Train of Thought, Dream Theater sudah memulai memasukkan elemen - elemen kecil dan tersembunyi di musik mereka, dan memuat elemen tersebut kepada peminat yang lebih fanatik. Karakteristik yang paling terkenal (yang biasa disebut “nugget”) tersembunyi di “In the Name of God”, yang merupakan sandi morse dari “eat my ass and balls” (makan pantatku dan penisku), yang merupakan kata - kata terkenal dari Mike Portnoy. Sejak saat itu, banyak peminat - peminat Dream Theater mulai berusaha menemukan hal - hal kecil yang biasanya tidak menarik bagi peminat biasa.

Beberapa dari teknik mereka yang terkenal termasuk:

* Suara dari fonograf di akhiran dari “Finally Free” di album Scenes from a Memory adalah suara yang sama di awalan “The Glass Prison” di album berikutnya, Six Degrees of Inner Turbulence. Dan akhiran kunci terakhir di “As I Am” sama dengan kunci yang digunakan di album selanjutnya, Train of Thought. Juga, not piano yang dimainkan di akhiran “In the Name of God” di ‘Train of Thought adalah not yang sama dengan pembukaan “The Root of All Evil” di album berikutnya, Octavarium.

* Tiga bagian dari “The Glass Prison” di Six Degrees of Inner Turbulence, dua bagian dari “This Dying Soul” di Train of Thought dan dua bagian dari “The Root of All Evil” di Octavarium menunjukkan tujuh poin pertama dari dua belas poin - poin di program Alcoholics Anonymous oleh Bill Wilson, yang mana program itu diikuti oleh Mike Portnoy. Ia juga berkata bahwa ia akan membuat lagu - lagu lain yang memuat lima program lainnya, yang akan ditujukan untuk Wilson

* Dream Theater kadang menggunakan teknik penulisan lagu dimana bagian - bagian dari sebuah lagu dikembangkan tiap kali mereka dimainkan. Contohnya, lagu “6:00″ dari Awake. Setelah awalan lagu, mereka hampir memainkan chorus, tapi mengulang lagu tersebut dari awalan lagi (di menit 1:33). Dan ketika chorus sudah seharusnya dimainkan pada saat berikutnya, mereka mengulang lagi dari awalan, di menit 2:11. Teknik ini bisa juga ditemukan di “Peruvian Skies”, “Blind Faith” dan “Endless Sacrifice”

* Penggunaan notasi yang berulang - ulang juga digunakan, yang sudah dikenal dari lagu - lagu Charles Ives, contohnya:
o Tema lagu “Wait for Sleep” muncul di “Learning to Live” (menit 8:11) dan juga muncul dua kali di “Just Let Me Breath” (menit 3:39 dan 5:21)
o Tema lagu “Learning to Live” muncul di “Another Day” (menit 2:53)
o Tema lagu “Space-Dye Vest” digunakan beberapa kali di album Awake.
o Tema pembukaan dari “Erotomania” digunakan di “Voices” di Awake (menit 4:51).
o Satu dari melodi - melodi di “Metropolis Pt 1 (The Miracle and the Sleeper)” diulang di chorus kedua di “Home” dari Metropolis Pt 2 (Scenes From A Memory), dengan cuma pengubahan satu kata. Beberapa lirik dari “Metropolis Pt 1″ just digunakan di “Home”. Pada dasarnya, keseluruhan album “Scenes From A Memory” penuh dengan musikal/lirikal/konseptual variasi dari elemen - elemen musikal dari “Metropolis Pt 1″ dan “The Dance of Eternity” sebenarnya dibangun dari variasi - variasi elemen musik di lagu - lagu dalam album tersebut.
o Bagian - baguan dari tiap lagu di album “Octavarium” telah digunakan di bagian kelima dari lagu berjudul sama, “Octavarium”.

* Six Degrees of Inner Turbulence, studio album ke enam mereka, memuat enam lagu dan mempunyai karakter - karakter angka enam di judul - judul lagunya. Train of Thought, studio album ke tujuh mereka, memuat tujuh lagu. Octavarium, studio album ke delapan mereka memuat delapan lagu dan judul albumnya diambil dari kata octo, yang merupakan kata Latin yang berarti delapan, berarti satu oktaf dari istilah musik, yang mana merupakan jarak dari satu not ke not lain adalah delapan not di tangga nada diatonik. Judul lagi dari CD ini adalah 24 menit, kelipatan dari 8. Halaman depan albumnya juga memuat karakter - karakter yang berhubungan dengan 5 dan 8. Contohnya, satu set dari kotak - kotak putih dan kotak - kotak hitam, mempunyai arti satu oktaf dari piano.

* Lagu “Octavarium” dulunya ingin diakhiri dengan seruling yang bergema serupa dengan awalan lagu tersebut. Namun diganti dengan not piano yang sama dari awalan album Octavarium. Mike Portnoy telah mengatakan bahwa seri awalan - akhiran album akan berhenti disini, karena album ke sembilan mendatang tidak akan diawali dengan akhiran “Octavarium”

Analisis detil tentang “nugget” di “Octavarium” (disebut oleh Mike Portnoy sebagai “sebuah nugget raksasa”) telah dipublikasikan di sebuah situs independen

dikutip dari wikipedia(odie)



Baca Selengkapnya...